Di tengah keramaian tersebut, MIS Qur'aniyyah turut mengirimkan dua delegasi terbaiknya yang telah melalui persiapan matang. Mereka adalah Ananda Asya Tsurayya Zahira, seorang siswi cerdas yang siap berlaga di cabang lomba IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) Terintegrasi, dan Ananda Ahmad Zahidi, siswa tekun yang akan menghadapi tantangan angka dan logika dalam cabang lomba Matematika Terintegrasi.
Didampingi oleh para guru pembimbing, Asya dan Ahmad melangkah dengan percaya diri menuju ruang ujian. Wajah mereka memancarkan fokus dan ketenangan, sebuah cerminan dari doa dan ikhtiar yang telah mereka lakukan. Bagi mereka, kompetisi ini bukan sekadar ajang adu pintar, melainkan sebuah kesempatan berharga untuk mengukur kemampuan, menimba pengalaman, dan menjalin silaturahmi dengan teman-teman dari madrasah lain.
Saat perlombaan dimulai, keseriusan begitu terasa di setiap sudut ruangan. Ananda Asya dengan teliti menganalisis setiap soal IPAS Terintegrasi yang mengaitkan konsep sains dengan fenomena sosial. Sementara itu, di ruangan lain, Ananda Ahmad Zahidi dengan gesit menaklukkan soal-soal Matematika Terintegrasi yang menuntut penalaran tingkat tinggi. Keduanya berjuang mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya demi memberikan hasil yang membanggakan bagi almamater tercinta, MIS Qur'aniyyah Al-Istiqomah.
Terlepas dari apapun hasilnya nanti, partisipasi Asya dan Ahmad dalam OMI 2025 telah menjadi sebuah kemenangan tersendiri. Semangat juang, sportivitas, dan keberanian mereka untuk berkompetisi di panggung besar adalah inspirasi bagi teman-temannya. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk meraih prestasi yang lebih gemilang di masa depan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar